Lama jalannya persidangan sangat bergantung pada:

JENIS PERKARA PERCERIAN.
Pada Pengadilan Agama, ada dua jenis perkara perceraian, yaitu cerai gugat jika yang mengajukan pihak isteri dan cerai talak jika yang mengajukan pihak suami. Jika yang mengajukan adalah pihak suami (cerai talak), maka persidangan akan lebih lama karena ada proses akhir yang disebut ikrar talak, yaitu pengucapan ikrar talak suami di hadapan persidangan setelah putusannya berkekuatan hukum tetap/inracht van gewisjde.

JARAK TEMPAT TINGGAL PARA PIHAK.

Jika salah satu pihak berada di luar kota, maka hal ini akan mempengaruhi lamanya proses persidangan, karena Pengadilan akan memanggil pihak tersebut dengan menggunakan bantuan Pengadilan yang mewilayahi tempat tinggal pihak tersebut. Panggilan sidang (relaas) dari Pengadilan yang meminta bantuan dan yang membantu memanggilkan menggunakan jasa Pos Indonesia, sehingga tentu akan sangat bergantung pada jarak antara kedua Pengadilan tersebut. Biasanya minimal 2 minggu untuk mengantisipasi agar panggilan bisa disampaikan secara patut (minimal 3 hari sebelum persidangan)

KEHADIRAN PARA PIHAK

Jika semua pihak hadir, maka jalan persidangan akan lama, karena akan terjadi jawab jinawab (dari mulai Jawaban-Duplik) setelah itu akan ada pembuktian dari kedua belah pihak. Berbeda jika pihak Tergugat/Termohon tidak pernah hadir, atau setelah mediasi tidak pernah hadir lagi, maka persidangan akan berjalan relatif cepat. Hanya kurang lebih 2 – 3 kali persidangan. Sehingga terkadang jika salah satu pihak tidak menghendaki perceraian, maka salah satu pihak akan hadir tidak konstan/continue, karena jika tidak hadir maka agenda sidang ditunda untuk memanggil ulang pihak yang tidak hadir.

SIKAP DAN AKSI PARA PIHAK

Proses persidangan juga akan bertambah lama jika para pihak tidak mengikuti jalannya persidangan dengan baik. Semisal ketika agenda sidang adalah jawaban dari pihak Tergugat, tetapi pada hari sidang yang ditentukan Tergugat tidak membawa jawabannya karena belum membuat atau belum siap dan memohon majelis hakim untuk menunda sekali lagi dan dikabulkan, maka persidangan akan ditunda lagi untuk agenda jawaban.

Urutan sidang perceraian yang normal adalah sebagai berikut

  • Mediasi
  • Pembacaan surat gugatan/Permohonan
  • Jawaban Tergugat/Termohon
  • Replik Penggugat/Pemohon
  • Duplik Tergugat/Termohon
  • Pembuktian oleh kedua belah pihak, baik alat bukti tertulis maupun saksi-saksi
  • Kesimpulan kedua belah pihak
  • Musyawarah Majelis
  • Pembacaan putusan

Untuk bantuan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan silahkan hubungi kami

HOME

Kategori: Uncategorized